Generator Kontrak Vendor & Tukang
Buat Surat Perjanjian Kerja (SPK) yang rapi untuk vendor dan tukang. Lengkap dengan jadwal pembayaran bertahap dan klausul perlindungan buat Anda.
Data Pihak Kontrak
Masukkan data vendor dan pemilik properti
PUTUSAN: LANJUTKAN VENDOR, KETATKAN KONTRAK, ATAU JANGAN BAYAR TERLALU LONGGAR
Masalah vendor sering bukan karena orangnya selalu jahat, tapi karena ruang abu-abunya terlalu besar sejak awal.
Tingkat keyakinan: Makin jelas ruang lingkup kerja, jadwal pembayaran, sanksi, dan garansi, makin kecil peluang biaya membengkak tanpa arah.
Alasan utama
- •Vendor tanpa kontrak atau pembayaran bertahap yang jelas mudah bikin biaya dan harapan melebar.
- •Kontrak vendor adalah alat kontrol, bukan sekadar formalitas proyek.
- •Vendor yang benar lebih mudah diawasi kalau pekerjaan dan pembayaran dicatat dari awal.
Yang masih harus diverifikasi
- •Apakah ruang lingkup kerja dan hasil akhirnya sudah cukup spesifik?
- •Apakah pembayaran di depan terlalu besar (lebih dari 30%)?
- •Apakah garansi, retensi, dan sanksi telat sudah masuk?
Ini posisi halaman Anda dalam operating flow Sevano. Dari setup sampai laporan, tiap langkah harus saling menyambung dan tidak berhenti di satu tool saja.
Kenapa Kontrak Tertulis dengan Vendor Penting?
Tanpa Kontrak Tertulis
- ✗Vendor bisa tambah biaya seenaknya
- ✗Tidak ada kepastian tanggal selesai
- ✗Kualitas pekerjaan tidak bisa Anda klaim
- ✗Tidak ada garansi kalau ada kerusakan
Dengan Kontrak SPK
- ✓Harga tetap, tidak bisa berubah sepihak
- ✓Tanggal selesai jelas dengan denda kalau telat
- ✓Spesifikasi pekerjaan tercatat rinci
- ✓Garansi tertulis yang bisa diklaim
Tips Pembayaran Bertahap
- • DP maksimal 20-30%
- • Sisa dibayar sesuai progres
- • Tahan 10% untuk retensi
- • Cek progres fisik di lokasi
- • Dokumentasikan pakai foto
- • Tanda tangan berita acara per tahap
- • Transfer ke rekening resmi
- • Minta kwitansi tiap bayar
- • Simpan semua bukti
Tanda Bahaya Vendor
- !Minta DP lebih dari 50%
- !Tidak mau tanda tangan kontrak
- !Tidak bisa kasih referensi proyek sebelumnya
- !Harga jauh lebih murah dari pasaran
- !Tidak mau kasih garansi
- !Sering ganti nomor telepon
Kelola Vendor Lebih Rapi
Lacak progres pekerjaan, kelola pembayaran bertahap, dan catat penilaian vendor di satu tempat dengan Sevano.
Pertanyaan Umum
Kenapa kontrak vendor/tukang penting walau cuma proyek kecil?
Kontrak melindungi Anda dari biaya yang membengkak, pekerjaan yang molor, dan kualitas yang tidak sesuai. Tanpa kontrak tertulis, vendor bisa naikkan biaya di tengah jalan, tidak komit ke tanggal selesai, atau menolak garansi kalau ada kerusakan setelah selesai. Bahkan untuk renovasi kecil di bawah Rp 50 juta, kontrak singkat tetap penting.
Berapa DP yang wajar untuk vendor renovasi?
DP yang sehat: maksimal 20-30% dari total biaya. Sisanya dibayar bertahap sesuai progres pekerjaan, dengan retensi (tahan) 10% di akhir untuk garansi. Kalau vendor minta DP lebih dari 50%, itu tanda bahaya — biasanya mereka tidak punya modal kerja sendiri, atau pernah ditinggal proyek lain dan butuh dana cepat.
Bagaimana cara cek vendor/tukang sebelum dipilih?
Empat hal yang harus dicek: (1) Minta referensi minimal 2 proyek terakhir — datangi kalau perlu. (2) Cek apakah mereka mau tanda tangan kontrak — vendor yang ragu biasanya bermasalah. (3) Bandingkan harga dengan minimal 2 vendor lain — kalau jauh lebih murah, ada yang dipotong (kualitas, garansi, atau ukuran kerja). (4) Cek nomor telepon dan alamat tetap — vendor yang sering ganti kontak susah dilacak kalau ada masalah.
Apa saja yang wajib ada di SPK vendor?
Minimal: (1) Identitas kedua pihak (nama, alamat, KTP). (2) Lingkup pekerjaan rinci (apa yang dikerjakan, spesifikasi bahan, ukuran). (3) Total biaya dan rincian per item. (4) Jadwal pembayaran bertahap sesuai progres. (5) Tanggal mulai dan selesai dengan denda telat. (6) Garansi (biasanya 30 hari kerja). (7) Klausul kalau salah satu pihak melanggar. (8) Tanda tangan bermaterai.