Hitung diskon dari temuan cek properti
Ubah temuan saat cek properti seperti retak, bocor, atau rayap menjadi dasar tawar. Hitung diskon yang masuk akal dengan angka, bukan sekadar tawar-menawar perasaan.
Temuan tidak dihitung, ruang tawar hilang
- • Contoh nyata:Pembeli temukan atap bocor, pipa berkarat, dan rayap aktif. Tapi cuma bilang “ada sedikit masalah”. Diskon hanya Rp 10 juta, padahal biaya perbaikan Rp 45 juta.
- • Dasar tawar hilang: Setiap temuan bisa menjadi bahan nego. Tanpa hitungan rinci, Anda tidak punya dasar untuk meminta diskon yang lebih wajar.
- • Takut dianggap rewel: Padahal penjual serius menghargai pembeli yang teliti. Itu tanda Anda paham apa yang dibeli dan tidak akan mundur di tengah jalan.
Pembeli yang rapi tidak cuma cek properti. Mereka mengubah tiap temuan jadi rupiah diskon.
Cara kerjanya
Alat ini memakai cara nego berbasis temuan: setiap kerusakan yang ditemukan diubah menjadi perkiraan biaya dan dasar diskon.
1. Catat temuan
Centang semua kerusakan yang ditemukan saat cek properti (retak, bocor, rayap, dll)
2. Hitung biaya
Alat ini menghitung estimasi biaya perbaikan berdasarkan harga pasar
3. Ambil contoh kalimat
Dapat saran diskon dan contoh kalimat yang bisa langsung diedit
Rp 500.000.000
Centang temuan yang ditemukan saat cek properti.Tips: Foto setiap temuan sebagai bahan negosiasi.
Retakan besar pada bagian struktur, perlu dicek ahli struktur
Tanah bergerak menyebabkan fondasi tidak stabil
Kelembaban naik dari tanah atau bocor
Kebocoran genteng/seng perlu perbaikan
Kayu kuda-kuda dimakan rayap atau lapuk
Sistem drainase atap tidak berfungsi
Sistem perpipaan perlu penggantian
Perlu sedot atau perbaikan septic tank
Perlu ganti pompa atau jet pump
Instalasi lama, risiko korsleting
Perlu ganti atau naikkan kapasitas panel/MCB
Perlu naik daya PLN, misalnya 1300W ke 2200W
- Cek menyeluruh
- Proses investigasi menyeluruh sebelum membeli properti
- Cadangan 30%
- Margin tambahan di atas estimasi biaya untuk antisipasi kenaikan harga
- Nego dari temuan
- Cara menawar dengan menjelaskan temuan kerusakan secara runtut
0 temuan dipilih
Rp 0
Estimasi biaya perbaikan rata-rata
Saran diskon
0%
Rp 0
Tawaran pembuka
100%
Rp 500.000.000
Biaya perbaikan Rp 0 + cadangan 30% + tingkat temuan Rendah
Harga dari penjual: Rp 500.000.000
Temuan masih sedikit. Pertimbangkan cek properti lebih detail.
- ✓Foto semua temuan dengan tanggal dan jam
- ✓Minta estimasi tertulis dari kontraktor
- ✓Presentasikan temuan satu per satu, bukan sekaligus
- ✓Tawarkan transaksi cepat sebagai kompensasi diskon
- ✓Jangan emosi. Tetap sopan dan berdasarkan data
Cara menawar berdasarkan tingkat temuan
Temuan ringan (diskon 5-10%)
- • Cat mengelupas, talang bocor
- • Pompa air perlu ganti
- • MCB/panel listrik sudah tua
- • Tikus/kecoa ringan
Temuan sedang (diskon 10-20%)
- • Dinding lembap/berjamur
- • Pipa air bocor/berkarat
- • Septic tank perlu renovasi
- • PBB tertunggak beberapa tahun
Temuan berat (diskon 20-30%)
- • Atap bocor parah
- • Kabel listrik usang (risiko korsleting)
- • Rayap aktif di struktur kayu
- • Penyewa bermasalah/menunggak
Temuan kritis (diskon 30%+)
- • Retak struktur di kolom/dinding
- • Pondasi amblas atau miring
- • Masalah sertifikat/IMB
- • Potensi sengketa waris/batas tanah
Sebelum nego, cek kondisi penjual
Gabungkan dengan alat cek penjual butuh uang cepat supaya ruang tawar lebih jelas. Penjual yang sedang terdesak biasanya lebih fleksibel soal harga.
Pertanyaan umum
Apa beda nego biasa dan nego pakai temuan kerusakan?
Nego biasa sering hanya menebak: tawar 10%, berharap dapat 5%. Nego pakai temuan kerusakan punya dasar angka. Misalnya atap bocor Rp 15 juta, pipa berkarat Rp 8 juta, dan rayap Rp 5 juta. Anda bisa meminta diskon Rp 28 juta dengan alasan yang jelas, bukan sekadar perasaan.
Apakah penjual akan tersinggung kalau saya minta diskon dari kerusakan?
Penjual yang serius biasanya menghargai pembeli yang teliti. Yang penting: sampaikan dengan sopan dan tunjukkan estimasi biayanya. Jangan jadikan ini ajang mengeluh, tapi jadikan dasar nego yang masuk akal.
Berapa diskon paling tinggi yang masih wajar?
Tergantung tingkat kerusakan: ringan (cat mengelupas, talang bocor) = 5-10%, sedang (dinding lembap, pipa berkarat) = 10-20%, berat (atap bocor parah, kabel usang, rayap aktif) = 20-30%, kritis (retak struktur, pondasi miring, masalah sertifikat) = 30% atau lebih. Kalau kritis, pertimbangkan apakah memang layak dilanjutkan.